Sertifikasi Pustakawan 2016

Selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa-Kamis (23-25 Agustus), Perpustakaan Universitas Airlangga menggelar sertifikasi pustakawan secara mandiri yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan  Kampus B Universitas Airlangga. Peserta kegiatan tersebut terdiri dari lima belas pustakawan dari Universitas Airlangga dan satu pustakawan dari Universitas Brawijaya. Sertifikasi pustakawan akan dilakukan oleh Tim Asesor di bawah koordinasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, berjumlah delapan orang. Hadir dalam pembukaan kegiatan Sertifikasi Pustakawan Universitas Airlangga adalah Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) Perpustakaan Nasional, Dra. Woro Titi Haryanti, M.A., yang berkesempatan memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Tujuan kegiatan sertifikasi adalah untuk mengukur  kapasitas dan kapabilitas pustakawan Universitas Airlangga, sehingga diharapkan pasca dilakukan sertifikasi kinerja bisa meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pada proses sertifikasi kapasitas dan kapabilitas pustakawan bisa diukur berdasarkan variabel-variabel yang telah ditentukan. Direktur Sumberdaya Manusia Universitas Airlangga berharap kegiatan tersebut bisa mengukur secara riil kapasitas pustakawan Universitas Airlangga. Bagi pustakawan yang memiliki kapasitas yang memenuhi syarat pasti akan lolos dalam proses tersebut. Namun, bagi yang belum lolos diharapkan bisa belajar lagi serta meningkatkan kapasitasnya, setelah itu bisa mengikuti kegiatan serupa pada periode berikutnya.

Kepala Perpustakaan Universitas Airlangga, Prof. Dr. I Made Narsa, M.Si. dalam sambutannya mengemukakan, bahwa saat ini jumlah pustakawan di Perpustakaan Pusat Universitas Airlangga sebanyak duapuluh empat orang. Mereka harus melayani jumlah mahasiswa Universitas Airlangga yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari tigapuluh ribu mahasiswa. Jika dilihat dari rasio pustakawan dengan mahasiswa masih sangat kecil, sehingga untuk mengatasi hal tersebut salah satu cara adalah dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka. Kualitas layanan harus terus ditingkatkan walaupun secara kuantitas jumlah mereka masih sedikit. Oleh karena itu, kegiatan sertifikasi memiliki nilai yang sangat strategis.

Sejalan dengan pernyataan Kepala Perpustakaan Universitas Airlangga, Direktur SDM Universitas Airlangga, Dr. Purnawan Basundoro, M.Hum., dalam sambutannya menyatakan bahwa pengembangan pustakawan mutlak dilakukan, mulai dari mengukur kompetensi sampai dengan meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka. Oleh karena itu, ketika suatu hari Kepala Perpustakaan mengemukakan akan melakukan proses sertifikasi pustakawan secara mandiri, tanpa berpikir panjang langsung diiyakan oleh Direktur SDM Universitas Airlangga. Bahkan ia sedang menggagas untuk mendorong para pustakawan untuk segera melaksanakan studi lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sampai ke jenjang Doktor.

Bukan hanya pustakawan, Dr. Purnawan Basundoro, M.Hum., berharap agar semua tenaga kependidikan Universitas Airlangga bahu-membahu meningkatkan kapasitasnya, dalam rangka untuk meningkatkan kualitas mereka secara umum. Dengan demikian maka diharapkan kinerja tenaga kependidikan Universitas Airlangga bisa ditingkatkan dalam rangka mengawal universitas ini menuju World Class University. Direktorat SDM sedang merencanakan beberapa program dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kependidikan Universitas Airlangga, antara lain program bahasa Inggris, studi lanjut, pertukaran staf (staff exchange), dan lain-lain.

Menurut keterangan pihak Perpustakaan Universitas Airlangga, saat ini ada tiga cluster kegiatan yang ada di perpustakaan, yaitu pelayanan, pemasaran, dan pengelolaan. Para karyawan Perpustakaan Universitas Airlangga  satu tahun ditempatkan di salah satu cluster, kemudian tahun berikutnya mereka dirotasi ke cluster lainnya. Pada proses sertifikasi pustakawan, mereka hanya bisa mengambil satu cluster saja supaya bisa fokus pada peningkatan kinerjanya. Harapan kedepannya untuk peserta kegiatan ini, pustakawan di Universitas Airlangga tidak hanya ahli di salah satu cluster saja, tetapi semua peserta harus ahli disemua cluster.

(FR-23-08-2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *