Para Penerima Serdos Diharap Maksimalkan Kontribusi untuk UNAIR

Setelah menjalani rangkaian prosedur sertifikasi dosen (serdos) di tahun 2019 lalu, 31 dosen Universitas Airlangga (UNAIR) akhirnya menerima sertifikat pendidik pada Senin, 13 Januari 2020. Prosesi penyerahan sertifikat sertifikasi dosen ini diselenggarakan di Ruang Sidang A lantai 3 Kantor Manajemen UNAIR. Pada acara ini turut hadir Muhammad Madyan (wakil rektor II), Dwi Setyawan (ketua panitia sertifikasi dosen UNAIR), dan Fadli Ama (sekretaris panitia setifikasi dosen UNAIR).

Dalam acara penyerahan sertifikat pendidik hari ini, Dwi Setyawan selaku ketua panitia sertifikasi dosen turut memberi laporan pelaksanaan serdos 2019. Beliau memaparkan hasil laporan yang mencakup jumlah pendaftar dan peserta yang lolos serdos dari UNAIR. Selain itu, beliau juga menyebutkan jumlah peserta yang ditangani asesor UNAIR, yaitu sejumlah 702 portofolio dengan jumlah peserta yang dinyatakan lulus 644 orang.

“Mudah-mudahan tahun ini (2020), UNAIR dapat kembali memperoleh angka kelulusan 100%.” ungkap Dwi Setyawan.

Selanjutnya, Wakil Rektor II UNAIR memberikan arahan kepada penerima yang menghadiri acara ini. Dalam paparannya, beliau mengingatkan para penerima serdos terkait dengan kewajiban mereka setelah menerima sertifikasi. Kewajiban tersebut meliputi pemaksimalan tridarma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, pengabdian masyarakat, dan penelitian.

“Secara garis besar, aspek pengajaran di UNAIR sudah bagus. Kita harus meningkatkan dari sisi pengabdian masyarakat dan penelitian.” papar beliau “mari kita bersama-sama membangun UNAIR dengan melaksanakan tridarma perguruan tinggi.”

Pada akhir paparannya, Muhammad Madyan kembali memberi ucapan selamat bagi para penerima serdos. Beliau berharap agar sertifikasi dosen ini dapat meningkatkan kesejahteraan dosen. Seiring dengan naiknya kesejahteraan dosen, beliau juga berharap para pendidik dapat memaksimalkan kontribusinya Selanjutnya, beliau juga kembali memacu para penerima serdos agar tidak lantas puas setelah menerima sertifikat serdos.

“Mari kita pupuk keinginan untuk menjadi guru besar karena itu merupakan penghargaan tertinggi bagi kita (dosen).” pungkas beliau.