Peluncuran Sistem Informasi Rekrutmen Universitas Airlangga

Sejak ditetapkan sebagai perguruan tinggi otonom dengan status Badan Hukum pada 14 September 2006, banyak prestasi telah diraih oleh Universitas Airlangga. Keberhasilan tersebut dapat diraih berkat kerjasama seluruh komponen, yaitu dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, beserta pimpinan. Terlepas keberhasilan tersebut, saat ini terdapat satu persoalan yang cukup krusial menyangkut aspek Sumberdaya Manusia (SDM), khususnya tenaga kependidikan. Pertama, secara kuantitas jumlah tenaga kependidikan Universitas Airlangga sangat besar, yaitu sebanyak 2.593 orang ; dengan rincian, berstatus PNS 1.134 orang, Tetap Non-PNS  7 orang,  Honorer 719 orang, dan Kontrak 733 orang. Jumlah tenaga kependidikan sebesar itu tidak terlalu ideal jika dibandingkan dengan jumlah dosen yang berjumlah sekitar 1.700 orang. Menurut ketentuan Kemenristekdikti perbandingan ideal antara tenaga kependidikan dengan dosen adalah 3:7, yang artinya tiga orang tenaga kependidikan harus melayani tujuh orang dosen. Kondisi di Universitas Airlangga justru sebaliknya, karena antara jumlah tenaga kependidikan dengan jumlah dosen lebih banyak jumlah tenaga kependidikan. Banyaknya jumlah tenaga kependidikan juga menimbulkan implikasi terhadap kesejahteraan mereka. Hal tersebut disebabkan karena alokasi anggaran Universitas Airlangga tidak mencukupi untuk mendukung pembayaran gaji dan tunjangan lain yang ideal, mengingat jumlah tenaga kependidikan yang sangat besar.

Kedua, status kepegawaian tenaga kependidikan dengan status honorer dan kontrak secara administratif tidak terlalu jelas. Hal tersebut berimplikasi terhadap jenjang karir mereka. Banyak tenaga kependidikan honorer dan kontrak yang sudah bekerja bertahun-tahun di Universitas Airlangga tidak pernah bisa mendapatkan haknya untuk menikmati jenjang karir yang lebih tinggi dan kenaikan gaji secara berkala. Hal tersebut dikarenakan status mereka dianggap sebagai tenaga tidak tetap di Universitas Airlangga. Padahal, secara faktual banyak sekali tenaga kependidikan honorer dan kontrak yang memiliki kualitas sangat baik dengan kinerja yang baik pula, yang mestinya bisa menduduki jabatan-jabatan tertentu yang strategis. Namun karena status administratif kepegawaian mereka masih dianggap sebagai tenaga tidak tetap maka kesempatan mereka menjadi terhalang. Dalam konteks ini, baik institusi Universitas Airlangga maupun yang bersangkutan mengalami kerugian.

Ketiga, bercampurnya kualitas tenaga kependidikan honorer dan kontrak antara yang berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Hal tersebut disebabkan karena proses rekruitmen yang tidak terstandar, sehingga tidak ada mekanisme penyaringan untuk memilih tenaga kependidikan yang berkualitas saja yang bisa bekerja di Universitas Airlangga. Tenaga kependikan honorer dan kontrak  yang berkualitas tinggi dan yang berkualitas rendah mendapatkan hak yang sama, sementara kewajiban berbeda. Hal tersebut tentu saja menimbulkan kecemburuan dan ketidakadilan diantara tenaga kependidikan.

Salah satu cara untuk mengatasi tiga persoalan di atas adalah melakukan proses assessment terhadap tenaga kependidikan honorer dan kontrak. Assessment adalah suatu proses untuk mengetahui kemampuan seseorang, terhadap suatu kompetensi, berdasarkan bukti-bukti. Melalui proses assessment akan diketahui siapa-siapa saja tenaga kependidikan honorer dan koantrak yang memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan SDM Universitas Airlangga. Tenaga kependidikan yang memenuhi syarat dan berkualitas baik dengan otomatis akan ditetapkan sebagai Pegawai Tetap Non-PNS Universitas Airlangga. Dengan demikian problem yang ketiga dari tiga problem di atas teratasi. Mereka yang telah ditetapkan sebagai Pegawai Tetap Non-PNS tentu saja akan mendapatkan hak-hak yang sama dengan Pegawai Tetap PNS, terutama hak atas kesejahteraan, baik gaji dan tunjangan yang melekat, serta hak atas karir dan promosi jabatan. Hal tersebut tentu saja akan menyelesaikan problem yang kedua. Dan yang terakhir, melalui proses assessment secara alamiah akan diketahui jumlah tenaga kependidikan yang benar-benar memenuhi syarat untuk menjadi pegawai Universitas Airlangga yang bisa mendukung visi, misi, dan target universitas, yaitu menjadi universitas 500 Top Dunia.

Screenshot_3

Seluruh proses assessment  akan dilakukan secara transparan, adil, dan manusiawi, dengan menitikberatkan pada kualitas. Untuk mendukung proses tersebut dibuatlah berbagai perangkat pendukung, salah satunya perangkat pendaftaran. Proses pendaftaran tidak lagi dilakukan head to head (berhadapan langsung) antara pelamar dengan petugas pendaftaran. Hal tersebut dimaksudkan supaya proses pendaftaran berlangsung efektif dan tidak memakan waktu yang panjang. Perangkat pendukung utama adalah aplikasi pendaftaran yang telah disiapkan oleh tim Direktorat Sumberdaya Manusia, dengan alamat rekrutmen.sdm.unair.ac.id. Melalui perangkat pendaftaran tersebut pelamar tidak perlu mengantri untuk menyerahkan berkas lamaran dan kelengkapannya. Pelamar cukup memasukan data dan kelengkapannya dari tempat kerja atau rumah masing-masing, sehingga tidak membuang-buang waktu.

Dengan telah selesainya perangkat pendaftaran online tersebut, pada kesempatan ini saya selaku Direktur Sumberdaya Manusia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Direktorat Sumberdaya Manusia yang telah bekerja keras mewujudkan aplikasi pendaftaran. Pada kesempatan ini saya juga menghimbau kepada tenaga kependidikan honorer dan kontrak untuk memanfaatkan aplikasi online tersebut sebagai sarana untuk melaksanakan tahapan pertama rekrutmen Pegawai Tetap Non-PNS Universitas Airlangga. Semoga proses pendaftaran berjalan dengan baik tanpa ada halangan suatu apa. Terima kasih.

 

Direktur Sumberdaya Manusia,

 

Purnawan Basundoro

 

 

One thought on “Peluncuran Sistem Informasi Rekrutmen Universitas Airlangga

  1. diro_sudiro says:

    Terima_kasih UNAIR, telah menata sdm (tendik) dengan baik, sebab sejak era UNAIR-BHMN (2006) ide, konsep, manajemen SDM, kurang mendapat perhatian secara serius, Kini (2017) telah berhasil menyusun Rekrutmen SDM, walaupun baru rekrutmen sebagai pintu gerbang … penataan sdm tentunya sesuai dengan visi dan misi Universitas. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *